PDI Perjuangan batasi Caleg keluarga maksimal dua orang


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merespons kritik masyarakat soal maraknya calon anggota legislatif (caleg) yang berasal dari satu keluarga. Partai banteng ini mengeluarkan peraturan baru yang membatasi jumlah caleg dari keluarga yang sama.

"Dalam satu keluarga yang terdiri dari orangtua, suami-istri, anak, dilakukan pembatasan maksimum hanya dua calon," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Krisyanto, tentang salah satu poin peraturan, lewat siaran pers, Selasa (30/4).

Peraturan Nomor 061 Tahun 2013 itu diterbitkan DPP PDI Perjuangan pada 6 Maret lalu atau sebelum daftar caleg sementara (DCS) diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan demikian, formasi DCS PDI Perjuangan sudah memenuhi peraturan tersebut.

Selain itu, lanjut Hasto, partainya juga melarang suami-istri dicalonkan pada tingkatan yang sama dan daerah pemilihan yang sama.

"Larangan ini kemudian diperluas menjadi ketentuan etis, di mana satu saudara kandung kakak dan adik, disarankan untuk tidak dicalonkan pada tingkatan yang sama," kata Hasto.

Hasto melanjutkan, "Orangtua, suami-istri, anak, tidak boleh sama-sama dicalonkan sebagai anggota legislatif dari partai yang berbeda."

Dalam hal suami istri dicalonkan pada tingkatan yang berbeda, jelas Hasto, maka proses pencalonannya dilakukan karena memenuhi kualifikasi sebagai calon anggota legislatif. "Bukan karena status hubungan suami-istri," jelasnya.        

Basis PDI Perjuangan  keluarga

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan menyadari basis rekrutmen partai salah satunya memang berasal dari keluarga. Survei internal PDI Perjuangan  menunjukkan lebih dari 78 persen responden internal partai bergabung ke partai karena menyatukan diri dengan ide, gagasan dan perjuangan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, papar Hasto, lebih dari 68 persen responden mengenal Bung Karno, Megawati Soekarnoputri  dan PDI Perjuangan  dari keluarga.

"Dengan demikian keluarga merupakan basis kekuatan PDI Perjuangan. Karena itulah bagi PDI Perjuangan adalah hal yang wajar apabila muncul kader yang berasal dari keluarga PDI Perjuangan dan kemudian dicalonkan. Yang harus dihindarkan adalah hubungan keluarga yang kemudian menciptakan subyektivitas di dalam pencalonan," jelas dia.

[ren]

0 komentar:

Poskan Komentar