Konsisten Jadi Oposan, PDI Perjuangan Diprediksi Menang Pemilu 2014




Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi akan memenangi pemilu legislatif 2014. Prediksi itu berdasarkan hasil riset Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang dipaparkan direkturnya Boni Hargens di Galery cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Menurutnya, posisi PDI Perjuangan diuntungkan karena sebagai oposisi terus mengkritik kebijakan pemerintah dan meyakinkan masyarakat kalau pemerintah sekarang telah gagal.

"Lalu ditambah dengan ketegangan posisi politik dalam isu-isu serius seperti skandal Bank Century," kata Boni, Rabu (15/5).

Selain itu, kegagalan partai penguasa untuk membuat perubahan yang signifikan makin membuat partai banteng itu di atas angin.

"PDI Perjuangan akan mendapat limpahan suara dengan selisih yang signifikan dari hasil pemilu 2009," ujarnya.

sementara itu, untuk PKPI, Boni menilai bisa saja menjadi kuda hitam karena beberapa partai yang tidak bisa mengikuti pemilu karena tidak lolos verifikasi bergabung dengan partai besutan Sutiyoso tersebut.

"PKPI bisa mendapat lebih dari 5% suara dan berpotensi mengambilalih posisi PAN," tutupnya.

Riset Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tentang peta pergeseran partai di Pemilu 2014 dan kemunculan partai menengah baru ini menggunakan metode Volatilitas Elektoral. Volatilitas adalah metode yang menghitung data-data lama parpol pada pemilu sebelumnya dan dihitung dengan rumus dan menambahkannya dengan data survei yang sekarang.

[tts] sumber: merdeka.com

Briptu ini mundur dari polisi jadi caleg PDI Perjuangan



Satu anggota Polres Mamberamo Raya berpangkat Brigadir Satu Yeheskil Randokir mengajukan pensiun dini dari keanggotaan Kepolisian karena mencalonkan diri menjadi bakal caleg DPRD Kabupaten Biak Numfor dari PDI Perjuangan.

Yeheskil Randokir saat dihubungi mengakui dia harus mengajukan pensiun dini dari anggota Polri untuk memenuhi persyaratan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Biak Numfor dalam pemberkasan kelengkapan caleg Pemilu 2014.

"Surat pengajuan pensiun dini sudah disetujui dan saya sudah bawa dari Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian MA untuk seterusnya akan diserahkan ke KPU," ujar Yeheskil Randokir. Demikian dilansir dari Antara, Minggu (19/5).

Ia mengakui, keinginan pensiun dini sebagai anggota Polri dilakukan dalam rangka memenuhi keinginan pribadinya untuk menjadi caleg DPRD Biak dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

"Dengan dipenuhi usulan pensiun dini sebagai anggota Polri maka terhitung mulai 31 Mei 2013 sudah menjadi masyarakat sipil," ujarnya.

Divisi Teknis KPU Sergius Wabiser SH mengakui, sesuai ketentuan syarat pencalonan anggota legislatif DPRD Kabupaten/Kota setiap anggota Polri/TNI, PNS, Pegawai BUMN yang ingin mengajukan pendaftaran caleg harus dilengkapi dengan surat pengunduran diri.

Sergius mengatakan, bentuk fisik pengunduran diri anggota TNI/Polri, PNS dan Pegawai BUMN harus dibuktikan dengan surat pemberhentian dari instansi tempat ia bekerja.

Bentuk surat keputusan pemberhentian pengunduran diri bakal caleg PNS, TNI/Polri dan pegawai BUMN, menurut Sergius, sudah harus diterima KPU paling lambat 1 Agustus 2013.

"Ya jika caleg dari TNI/Polri, PNS dan pegawai BUMN yang tidak melengkapi hingga batas waktu ditetapkan KPU maka sesuai kewenangan calon bersangkutan dianggap tidak memenuhi syarat administrasi pencalonan anggota legislatif," ujarnya.

Berdasarkan data KPU Biak Numfor Minggu, batas akhir perbaikan berkas verifikasi 300 caleg dari 12 Parpol di KPU Biak akan berakhir hingga 22 Mei 2013.
[did]

Megawati beri isyarat tak akan nyapres lagi



Dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014, PDI Perjuangan berencana mencalonkan kader muda untuk diusung sebagai calon presiden (Capres) 2014. Mungkinkah ini sinyal bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak maju lagi sebagai capres?

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, sesuai dengan rakernas PDI Perjuangan, capres yang akan diusung sesuai dengan persetujuan Megawati. "Sesuai dengan hasil rakernas lalu di Bandung, kami sudah menyerahkan kepada Ibu Ketum (Mega) untuk pilpres gimana Ibu Ketum sajalah," jelas Puan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/5).

Puan menegaskan, Megawati berkeinginan capres yang diusung oleh partai berlogo banteng merah itu dari kalangan muda dan hasil kaderisasi PDI Perjuangan. "Sudah saatnya pilpres yang muda. Bu mega berkeinginan kaderisasi, dan regenerasi juga dilakukan di PDI Perjuangan. Kalau kemudian melihat tokoh atau kader yang potensial yang kita majukan kenapa tidak," imbuhnya.

Keseriusan akan kaderisasi yang dilakukan PDI Perjuangan, lanjut dia, tercermin dari para kader yang maju dalam Pilkada di berbagai daerah. "Ya pastinya itu salah satunya menjadi pertimbangan di pilkada-pilkada yang akan datang, bahkan pileg yang nanti saja caleg diajukan itu muda yang bisa mobile," tuturnya.

Namun, Puan tidak setuju apabila PDI Perjuangan mengusung kader muda seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden 2014. Sebab, Jokowi harus fokus membenahi ibukota.

"Itu suatu dinamika yang ada di eksternal dan internal, tapi kan apapun Jokowi bisa fokus pada tugasnya sekarang, bisa menunjukkan kredibilitas pada penugasan hari ini, kita jangan berandai-andai pada tahun 2014, tapi kita tunjukkan eksistensi pada kinerja kita pada hari ini, ada dinamika baru ada penugasan partai itu yang akan kita lakukan pada hari ini," tandasnya.
[has] sumber : Merdeka.com

Kalau Soekarno-JFK masih hidup, Freeport tak akan keruk Papua


John Fitzgerald Kennedy(JFK), presiden Amerika Serikat ke-35 ini merupakan sahabat dekat Soekano. Kedua pemimpin ini cocok bergaul. Hubungan Indonesia dan AS yang sempat renggang pada masa presiden Eisenhower, kembali membaik saat Kennedy berkuasa.
Saat
Soekano datang ke AS, Kennedy menyambutnya dengan hangat. Bahkan Kennedy memberi Soekano kenang-kenangan sebuah helikopter. Kennedy pun berjanji akan mengunjungi Indonesia tahun 1964. Soekano begitu gembira melihat tawaran persahabatan dari JFK.

Soekano bahkan membangun sebuah paviliun khusus di Istana Negara. Bangunan itu rencananya akan dijadikan tempat Kennedy menginap saat di Jakarta. Sayang, Kennedy tak pernah menempati bangunan itu.

Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Berakhirlah hidup politikus cerdas itu. Kematian Kennedy masih menjadi misteri hingga saat ini.

"Kennedy berpikiran progresif. Ketika aku membicarakan masalah bantuan kami, dia mengerti. Dia setuju. Seandainya Presiden Kennedy masih hidup tentu kedua negara tak akan berseberangan sejauh ini," kata
Soekano menyesali tragedi ini dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Sebagian pihak menilai pembunuhan Kennedy penuh nuansa politis. Apa hubungan Kennedy dengan penggalian emas PT Freeport?

Lisa Pease membeberkan hal itu dalam artikel berjudul 'JFK, Indonesia, CIA, and Freeport' di majalah Probe tahun 1996. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC.

Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua. Tahun 1959, perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali. Ibarat kata tinggal meraup, karena tembaga berada di atas tanah.

Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.

Tahun 1960, suasana di Papua tegang.
Soekano berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu.

Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan John F Kennedy. Tapi si Presiden AS itu malah kelihatan mendukung
Soekano. John pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut.


Megawati ajak anak muda jadikan Soekarno panutan




Merdeka.com. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak generasi muda untuk mencintai Bung Karno. Menurut Mega, sosok presiden pertama Indonesia ini cocok diteladani sebagai bentuk kecintaan terhadap negerinya.
"Kalian ini sebenarnya secara naluri mengetahui ada seorang yang bisa dijadikan panutan. Ada yang namanya Bung Karno, tetapi beliau begitu jauh sekarang dengan kalian yang muda-muda," kata Megawati di Purwokerto, Rabu (22/5).
Megawati mengatakan hal itu saat menjadi juru kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto.

Menurut Megawati, generasi muda tidak pernah diberikan pelajaran untuk mencintai negerinya. Hal ini karena doktrin Orde Baru yang anti terhadap sesuatu yang berbau Soekarno.

"Jadi, anak-anakku yang saya cintai, kalian anak-anak yang masih muda, tetapi karena kalian adalah produk dari Orde Baru yang tidak pernah menceritakan sejarah bangsa, yang mengakibatkan kalian ini sangat kosong pikirannya, apa artinya sebagai sebuah bangsa, apa artinya kita harus mencintai Indonesia," katanya.

Dia mengatakan bahwa waktu itu banyak sekali kejadian yang memorakporandakan Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI adalah Partai yang didirikan Soekarno jauh sebelum Indonesia merdeka. Partai itu juga merupakan partai terbesar di era Orde Lama.

"Kalau zaman dulu, tentu saja yang menyebut dirinya banteng itu pasti datang dari sebuah partai yang bernama Partai Nasional Indonesia, yang didirikan oleh bapak kita tercinta Bung Karno. Tetapi setelah tahun 1965, di sini banyak anak muda yang saya lihat, barangkali hanya melihat tidak merasakan peristiwa tersebut, bayangkan tahun 1965 terjadi sebuah peristiwa di Indonesia yang mengakibatkan keprihatinan bagi orang Indonesia," katanya.

Menurut dia, yang ada sekarang ini adalah anak muda berpikir sangat pragmatis. Mega mengaku sempat mendengar anak muda yang menghadiri kampanye ini berteriak minta minum. Mega pun menyindir mereka yang datang ke lokasi kampanye pasti akan kepanasan dan merasa haus.

Menurut dia, hal ini tidak terjadi setiap hari dan pidato seperti ini paling banyak selama dua jam.

"Tetapi kalau ada musik, mengapa tidak ada rasa haus ya. Itu maksud ibu, sehingga pikiran kita tahunya hanya untuk rasa senang, tidak ada pikiran bagaimana untuk masa depan kita," sindir Megawati.
[ian]